MAWAR BIRU

Bagiku cinta itu sederhana
sangat sederhana
mengapa harus rumit
rasapun harus berkelit

demikian kau pernah bertanya padaku
dan aku tak pernah bisa menjawabnya
kini aku tenggelam dalam rindu
dan membuaiku penuh gulana

bila memang kita saling mencintai
bila memang kita mau saling memiliki
bila memang kita saling berbagi
bila memang kita mau saling menghargai

berapa lama aku harus menunggu
berapa banyak air mataku harus berderai
kau tahu betapa aku tergetar olehmu
hanya untukmu, hatiku ingin dicintai

13 February 2008


3 respons untuk ‘MAWAR BIRU

  1. Antara Penantian Dan Kesabaran

    antara penantian dan kesabaran
    kulukis seribu wajah buram
    pada liang-liang waktu yang meranggas
    di balik ruang kembaraku,
    dan buntu …..

    jangan ada air mata !!
    apalagi tetes darah !!
    karena kanvas-kanvas itu lebih kusam dari tanah sejarah
    dan kelopak kusuma telah punah
    sebelum merekah bagi tetes embun pagi
    membasuh cinta

    antara penantian dan kesabaran
    kubuka gerai cendela rumah
    agar sehelai angin
    menembus ruang jantung alam
    untuk mewarnai mimpi dengan biru lautmu

    antara penantian dan kesabaran
    kutulis sajak cinta
    pada cahya rembulan yang hanyut di lembah kabut
    kapan kau datang membangunkan sepi ?

    Hmmmm…. aq jg prnh kangen,,,,menunggu,,,,dan berlalu
    akhirnya kutemukan diriku diantara bangunan waktu
    sungguh membahagiakan…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s