R U P A

rupa menutup pias
menyaru hingga tak kenal
sementara aku berbias
dalam sebuah opera terkenal

aku menjadi diriku
aku menjadi raja
kecut tak tahu malu
hadir sebagai ksatria

rupa menaungiku tertidur nyenyak
apapun juga bisa kulahap
karna tidurku tak lagi nyenyak
rasa enak tak bisa kulahap

bagai opera dunia
hidup penuh sandiwara
seringai siap menghujam
dalam senyum tatapan tajam

rupa telah membantuku
air muka yang takkan terbaca
cocokkah rupa ini untukku
kutawarkan gempita diakhir cerita

medan, 23 januari 2008

1 Tanggapan ke “R U P A”


  1. 1 elindasari Juli 18, 2008 pukul 10:41 am

    Rupa,
    Rupa penuh dengan kata,
    Rupa sesak oleh warna,
    Rupa ibarat kias cahaya,

    Rupa,
    Andai rupa tak sekedar asa,
    Tak sekedar kata penuh metafora

    Hehehe…Bintang tambahin puisinya yach :) :) :)
    Best Regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan